
Pada awal bulan ini, khususnya pada awal pergantian tahun, tanggal 1 hingga tanggal 4 Januari terjadi peristiwa banjir besar sehingga mengenai wilayah JABODETABEK. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), banjir adalah berair banyak dan deras, kadang-kadang meluap (tentang kali dan sebagainya). Banjir juga dapat diartikan peristiwa terbenamnya daratan (yang biasanya kering) karena volume air yang meningkat. Menurut Encyclopaedia Britannica, banjir adalah tahap air tinggi di mana air meluap ke tepi alami atau buatan ke tanah yang biasanya kering. Dikutip dari situs BNPB, banjir adalah peristiwa atau kejadian alami di mana sebidang tanah atau area yang biasanya merupakan lahan kering, tiba-tiba terendam air karena volume air meningkat.
Kepala BMKG Indonesia, Bapak Miming Saepudin menjelaskan empat penyebab terjadinya hujan lebat yang menyebabkan banjir di daerah JABODETABEK.
Pertama, karena aktifnya Monsun Asia, dia menyebutkan adanya angin yang berhembus secara periodik dari Benua Asia menuju Benua Australia yang melewati Indonesia. Siklus Mmonsun Asia itu berlangsung setiap Desember hingga Februari, angin ini mengindikasikan musim hujan di Indonesia yang berlangsung.
Kedua, dikarenakan wilayah Indonesia sedang terimbas pola konvergensi dan perlambatan kecepatan angin di beberapa wilayah. Dengan begitu uang air yang menjadi awal hujan terkonsentrasi di suatu wilayah sehingga air yang turun intensitasnya tinggi.
Alasan ketiga yang diberikan adalah, karena suhu hangat permukaan laut di Indonesia dan sekitarnya. Hal ni memicu mudahnya air menguap ke udara dan terkumpul menjadi awan hujan.
Alasan yang terakhir ia menyebutkan adanya fenomena gelombang atmosfer, yaitu “Equatorial Rossby Wave” dan “Kelvin Wave” yang menjadi penyebab keempat terjadinya cuaca ekstrim yang dilanda Indonesia.
Baca juga: PENTING GAK SIH? Nahkoda Menggunakan Weather Station?
Lantas, bagaimanakah keadaan cuaca di tahun 2020 ini?
Menurut Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika ( BMKG), Prof Dwikorita Karnawati MSc PhD mengatakan bahwa beberapa hal terkait faktor-faktor penyebab iklim di tahun 2020 mendatang untuk sementara sudah dianalisis oleh BMKG.

- Musim Kemarau
Berdasarkan prediksi model El Nino BMKG hingga tahun 2020, kencenderungan Samudera Pasifik ekuator bagian tengah akan berada pada kondisi netral. “Artinya kecil peluangnya akan muncul fenomena El Nino maupun La Nina di Samudera Pasifik,” kata dia.
Sementara itu untuk Samudera Hindia, tidak terdapat indikasi akan munculnya fenomena IOD+ maupun IOD- yang kuat pada tahun 2020. Pada awal tahun 2020 kondisi suhu muka laut perairan indonesia diprakirakan normal hingga cenderung hangat yang bertahan hingga Juni 2020. Awal musim kemarau 2020 diprakirakan juga mirip dengan normal, yaitu sekitar April – Mei 2020
- Musim Hujan
Berdasarkan prediksi BMKG hingga akhir tahun 2020, curah hujan bulanan sepanjang tahun 2020 cenderung sama dengan pola normal (klimatologinya). Awal musim hujan akhir 2019 diperkirakan akan lebih mundur dari normal, juga bila dibandingkan tahun 2018 lalu.
Curah hujan Januari – Maret 2020 diperkirakan tinggi terutama di bagian selatan Pulau Sumatera, Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara, Kalimantan bagian tengah, Sulawesi dan Papua. Sementara, prakiraan hujan bulan Juli – Desember 2020, berkisar pada kategori rendah hingga menengah, khususnya di Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi bagian Selatan dan Merauke.
Oleh sebab itu, BMKG setidaknya telah merokendasikan empat hal yang dapat dilakukan semua elemen terkait untuk dapat mengurangi dampak buruk atau sebagai bentuk antisipasi dari prediksi iklim 2020.
- Memaksimalkan kapasitas waduk, embung kolam retensi, dan system folder.
- Perlu pemanfaatan teknologi modifikasi cuaca lebih awal terlebih dahulu.
- Mewaspadai puncak musih hujan pada tahun 2020 yang diprediksi pada Februari dan Maret.
- Serta meningkatkan peran serta masyarakat di kawasan potensi kebakaran hutan lahan untuk pencegahan terhadap kebakaran hutan dan lahan pada musim kemarau mendatang.
Baca juga: Cari Water Level Tercanggih di 2020? Cuma Disini Tempatnya!